Tugas

TUGAS KELOMPOK : 2

KETUA : ANNISA AWALIA RACHMA

ANGGOTA :  RANI

TANTI RAHMAWATI

MELKY TUA

SITI ANGGRAENI

JUWITA SOLEHA

Kata Pengantar

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Pencemaran udara .Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran Ilmu pengetahuan alam (IPA) .Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

A. Pencemaran udara

  • Pengertian Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan mahkluk hidup, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan.

  • Klasifikasi Pencemar Udara :

1. Pencemar primer : pencemar yang di timbulkan langsung dari sumber pencemaran udara.

2. Pencemar sekunder : pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.
Contoh:  Sulfur dioksida, Sulfur monoksida dan uap air akan menghasilkan asam sulfurik.

  • Jenis-jenis Bahan Pencemar:

– Karbon monoksida (CO)
– Nitrogen dioksida (N02)
– Sulfur Dioksida (S02)
– CFC
– Karbon dioksida (CO2)
– Ozon (03 )
– Benda Partikulat (PM)
– Timah (Pb)
– HydroCarbon (HC)

  • Penyebab Utama Pencemaran Udara :

Di kota besar sangat sulit untuk mendapat udara yang segar, diperkirakan 70 % pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya kendaraan bermotor.
Contoh : di Jakarta antara tahun 1993-1997 terjadi peningkatan jumlah kendaraan berupa :
– Sepeda motor 207 %
– Mobil penumpang 177 %
– Mobil barang 176 %
– Bus 138 %

  • Dampak Pencemaran Udara :

– Penipisan Ozon
– Pemanasan Global ( Global Warming )
– Penyakit pernapasan, misalnya : jantung, paru-paru dan tenggorokan
– Terganggunya fungsi reproduksi
– Stres dan penurunan tingkat produktivitas
– Kesehatan dan penurunan kemampuan mental anak-anak
– Penurunan tingkat kecerdasan (IQ) anak-anak

  • Solusi :

+ Clean Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi industri yang melakukan pencemaran udara.
+ Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui diantaranya Fuel Cell dan Solar Cell.
+ Menghemat Energi yang digunakan.
+ Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Dampak langsung dari penanganan sampah yang kurang bijaksana diantaranya adalah berbagai penyakit menular maupun penyakit kulit, gangguan pernafasan serta dapat mengganggu kesehatan manusia dan mengganggu estetika lingkungan, karena terkontaminasinya pemandangan oleh tumpukan sampah dan bau busuk yang menyengat hidung, sedangkan dampak tidak langsungnya diantaranya adalah bahaya banjir yang disebabkan oleh terhambatnya arus air di sungai karena terhalang timbunan sampah yang dibuang ke sungai.

Sebuah penelitian menyimpulkan, sampah memang menjadi salah satu penyumbang gas rumah kaca. Maka dari itu, pembuangan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) harus diperhatikan. Sampah organik yang tertimbun mengalami dekomposisi secara anaerobik. Proses itu menghasilkan gas metana (CH4). Sampah yang dibakar juga akan menghasilkan gas karbondioksida (CO2). Gas CH4mempunyai kekuatan merusak 20 kali lipat dari gas CO2.

Gas metana (CH4) terbentuk karena proses fermentasi secara anaerobik oleh bakteri metana atau disebut juga bakteri anaerobik dan bakteri biogas yang mengurangi sampah-sampah yang banyak mengandung bahan organik sehingga terbentuk gas metana (CH4) yang apabila dibakar dapat menghasilkan energi panas. Sebetulnya di tempat-tempat tertentu proses ini terjadi secara alamiah sebagaimana peristiwa ledakan gas yang terbentuk di bawah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Leuwigajah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bencana longsor yang terjadi di TPA tersebut terjadi karena adanya akumulasi panas dalam tumpukan sampah yang pada akhirnya menimbulkan ledakan yang sangat hebat. Karena ledakan inilah maka sampah-sampah tersebut longsor dan menimbun puluhan rumah disekitarnya.

PENCEMARAN AIR

KETUA             : Much. Rizki

ANGGOTA      : Ivan S

Bayu S

M.Angga

Haris M

Ajat R.S

Air merupakan sumber yang penting bagi kehidupan manusia. Tanpa air kehidupan tidak dapat berlangsung. Demikian juga dalam kehidupan kita sehari-hari, air sangat diperlukan untuk berbagai kegiatan di dalam rumah tangga, juga untuk pertanian, transportasi serta rekreasi.

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Pencemaran air dapat terjadi baik pada air sumur, mata air, sungai, bendungan, maupun air laut. Perilaku masyarakat  dapat  menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit yang juga sesuai dengan perilakunya.

Penyebab Pencemaran Air

Sumber penyebab pencemaran  air antara lain sampah masyarakat, limbah industri, limbah pertanian dan limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga merupakan sumber pencemaran air. Dari limbah rumah tangga dapat dijumpai berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemak, air buangan manusia) yang terbawa air got/parit, kemudian ikut aliran sungai. Ada pula bahan-bahan anorganik seperti plastik, alumunium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Sampah yang menumpuk dapat  menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir. Bahan pencemaran lain dari limbah rumah tangga adalah pencemaran biologis berupa bibit penyakit, bakteri, dan jamur. Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan. Akibatnya kadar oksigen di dalam air turun drastis sehingga biota air akan mati. Di kota-kota, air got berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau yang menyengat. Di dalam air got yang demikian tidak ada organisme hidup kecuali bakteri dan jamur. Dibandingkan dengan limbah industri, limbah rumah tangga di daerah perkotaan di Indonesia mencapai 60% dari seluruh limbah yang ada.

Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar oksigen terlarut dalam air semakin berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk. Pembuangan sampah organic maupun anorganik yang dibuang kesungai terus menerus, selain mencemari air, terutama di musim hujan akan mengakibatkan banjir dan juga dapat menyebabkan sumber penyakit.

Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri. Contohnya sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik seperti kertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Sampah-sampah ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable). Sampah organik yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri untuk proses pembusukannya. Apabila sampah anorganik yang dibuang ke sungai, cahaya matahari dapat terhalang dan menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen.

Deterjen juga merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Penggunaan deterjen secara besar-besaran dapat meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau. Pada saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen, padahal limbah deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri. Sehingga tetap aktif untuk jangka waktu yang lama. Fosfat ini merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis. Jika tumbuhan air ini mati, akan terjadi proses pembusukan yang menghabiskan persediaan oksigen dan pengendapan bahan-bahan yang menyebabkan pendangkalan.

Pupuk dan pestisida merupakan bahan yang biasa digunakan para petani untuk merawat tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air. Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali ini menimbulkan dampak seperti yang diakibatkan pencemaran oleh deterjen.

Penanggulangan Pencemaran Air

Limbah atau bahan buangan yang dihasilkan dari semua aktifitas kehidupan manusia, baik dari setiap rumah tangga, kegiatan pertanian, industri serta pertambangan tidak bisa kita hindari. Namun kita masih bisa mencegah atau mengurangi dampak dari limbah tersebut, agar tidak merusak lingkungan yang pada akhirnya juga akan merugikan manusia. Untuk mencegah atau mengurangi segala akibat yang ditimbulkan oleh limbah berbahaya, setiap rumah tangga sebaiknya menggunakan deterjen secukupnya dan memilah sampah organik dari sampah anorganik. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang. Beberapa manfaat pengomposan sampah antara lain :

  • Mengurangi sampah di sumbernya
  • Mengurangi beban volume di TPA
  • Mengurangi biaya pengelolaan
  • Menciptakan peluang kerja
  • Memperbaiki kondisi lingkungan
  • Mengurangi emisi gas rumah kaca

 

PENCEMARAN TANAH

 KETUA                       :   Rudi Haryanto

NAMA ANGGOTA    :   Ripa Ropiana

Dani Permato

Wanda Nuralim

M. Dio Alfalah

Restu D.S

 Penyebab pencemaran tanah

Sumber pencemar tanah, karena pencemaran tanah tidak jauh beda atau bisa dikatakan mempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, maka sumber pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah. Sebagai contoh gas-gas karbon oksida, oksida nitrogen, oksida belerang yang menj adi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ke tanah dapat menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadmya pencemaran pada tanah. Air permukaan tanah yang mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zat radioaktif, logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan pestisida dan daerah pertanian, limbah deterjen, akhirnya juga dapatmenyebabkan terjadinya pencemaran pada tanah daerah tempat air permukaan ataupun tanah daerah yang dilalui air permukaan tanah yang tercemar tersebut. Pencemaran tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah sifat fisik, kimia, dan biologi dan tanah yang tercemari. Ketika suatu zat berbahaya telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemani air tanah dan udara di atasnya. Pencemaran ini biasanya terjadi karena :

–            Limbah industri yang langsung dibuang ke tanah dengan tidak memenuhi syarat pengolahan limbah
Kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial penggunaan pestisida

–            Masuknya air permukaan tanah yang tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan Kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah
Air limbah dan tempat penimbunan sampah

Pencemaran tanah dapat disebabkan

Limbah domestik , limbah industri, dan limbah pertanian.

Limbah domestik
1. Limbah domestik dapat berasal dan daerah pemukiman penduduk, perdagangan, pasar,tempat usaha, hotel, kantor-kantor pemerintahan dan swasta dan tempat wisata, dapat berupa limbah padat dan cair.
2. Limbah padat berupa sampah anorganik. Jenis sampah ini tidak dapat diuraikan oleh  mikroorganisme (non-biodegradable), misalnya kantong plastik, bekas kaleng minuman, bekas botol plastik air mineral, dsb.
3. Limbah cair berupa; tinja, deterjen, oli, cat, jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan dapat membunuh mikroorganisme di dalam tanah. Timbulan sampah yang berasal dan limbah domestik dapat mengganggu/ mencemari karena:lindi (air sampah), bau dan estika. Timbulan sampah juga menutupi permukaan tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan.  Selain itu, timbunan sampah dapat menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida, adanya zat mercury, chrom dan arsen pada timbunan sampah dapat menimbulkan gangguan terhadap biotanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur tanah. Limbah lain seperti oksidalogam, baik yang terlarut maupun tidak pada permukaan tanah menjadi racun. Sampah anorganik tidak ter-biodegradasi, yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat  menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang  akibatnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan
untuk berkembang. Limbah cair rumah tangga berupa; tinja, deterjen, oli bekas, cat, jika meresap kedalam tanahakan merusak kandun gan air tanah bahkan zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya dapat membunuh mikroorganisme di dalam tanah.
Limbah Industri
Limbah domestik dapat berasal dan daerah: pemukiman penduduk; perdagangan/pasan/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta; dan wisata, dapat berupa limbah padat dan cair.
1.Limbah industri berupa limbah padat yang merupakan hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dan proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, pengawetan buah, ikan daging dll .

2.Limbah cair yang merupakan hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan mdustri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga,timbal, perak, khrom, arsen dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dan proses industri pelapisan logam limbah padat hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dan proses pengolahan. Penimbunan limbah padat mengakibatkan pembusukan yang menimbulkan bau disekitarnya karena adanya reaksi kimia yang menghasilkan gas tertentu.Dengan tertimbunnya limbah ini dalam jangka waktu lama, permukaan tanah menjadi rusak dan air yang meresap ke dalam tanah terkontaminasi dengan bakteri tertentu yang mengakibatkan turunnya kualitas air tanah pada musim kemarau. Selain itu timbunan akan mengering dan mengundang bahaya kebakaran.Limbah cair sisa hasil industri pelapisan logam yang mengandung zat-zat seperti tembaga,timbal, perak,khrom, arsen dan boron merupakan zat yang sangat beracun
terhadap mikroorganisme. Jika meresap ke dalam tanah akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah
Limbah Pertanian
Limbah pertanian berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanaman,misalnya pupuk urea, pestisida pemberantas hama tanaman, misalnya DDT. Penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah, yangmenyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karenahara tanah semakm berkurang Penggunaan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman tetapijuga mikroorganisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme didalamnya. Selain itu penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hamatanaman kebal terhadap pestisida tersebut.
Dampak Pencemaran
Pencemaran tanah juga dapat membenikan dampak terhadap ekosistem.
Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dan adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dan mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungantanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dan rantaimakanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dan rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, sepenti konsentrasi DDT pada

Burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat Kematian anakan dankemungkinan hilangnya spesies tersebut.Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dan erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lam bahan- bahan kimia derivatif akan terbentuk dan bahan pencemar tanah utama
Langkah Pencegahan dan Penanggulangan
Pencegahan dan penanggulangan merupakan dua tindakan yang tidak dapat dipisah- pisahkan dalam anti biasanya kedua tindakan ini dilakukan untuk saling menunjang, apabila tindakan pencegahan sudah tidak dapat dilakukan, maka dilakukan langkah tindakan. Namun demikian pada dasarnya kita semua sependapat bahwa tindakan pencegahan lebih baik dan lebih diutamakan dilakukan sebelum pencemaran terjadi, apabila pencemaran sudah terjadi baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baru kita lakukan tindakan penanggulangan. Tindakan pencegahan dan tindakan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan macam bahan pencemar yang perlu ditanggulangi. Langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran antara lain dapat dilakukan sebagai berikut:
Langkah Pencegahan
1.Pada umumnya pencegahan ini pada prinsipnya adalah berusaha untuk tidak menyebabkan terjadinya pencemaran, misalnya mencegah/mengurangi terjadinya bahan pencemar, antara lain: 1.
2. Melakukan daur ulang menjadi barang-barang lain yang bermanfaat, misal dijadikan mainan anak-anak, dijadikan bahan bangunan, plastik dan serat dijadikan kesed atau kertas karton didaur ulang menjadi tissu, kaca-kaca di daur ulang menjadi vas kembang, plastik di daur ulang menjadi ember dan masih banyak lagi cara-cana pendaun ulangsampah.2.
3. Bekas bahan bangunan (seperti keramik, batu-batu, pasir, kerikil, batu bata, berangkal) yang dapat menyebabkan tanah menjadi tidak/kurang subur, dikubur dalam sumur secara berlapis-lapis yang dapat berfungsi sebagai resapan dan penyaringan air, sehingga tidak menyebabkan banjir, melainkan tetap berada di tempat sekitar rumah dan tersaring. Resapan air tersebut bahkan bisa masuk ke dalam sumur dan dapat digunakan kembali sebagai air bersih.

Sampah organik yang dapat membusuk/diuraikan oleh mikroorganisme antara lam dapat dilakukan dengan mengubur sampah-sampah dalam tanah secara tertutup dan terbuka,kemudian dapat diolah sebagai kompos/pupuk. Untuk mengurangi terciumnya bau busuk dan gas-gas yang timbul pada proses pembusukan, maka penguburan sampah dilakukan secana berlapis-lapis dengan tanah.
–  Sampah senyawa organik atau senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan olehmikroorganisme dapat dilakukan dengan cara membakar sampah-sampah yang dapat terbakar seperti plastik dan serat baik secara individual maupun dikumpulkan pada suatu tempat yang jauh dan pemukiman, sehingga tidak mencemari udara daerah pemukiman. Sampah yang tidak dapat dibakar dapat digiling/dipotong-potong menjadi partikel- partikel kecil, kemudian dikubur.5.
6. Pengolahan terhadap limbah mdustri yang mengandung logam berat yang akan mencemari tanah, sebelum dibuang ke sungai atau ke tempat pembuangan agar dilakukan proses pemurnian.6.

7. Sampah zat radioaktif sebelum dibuang, disimpan dahulu pada sumur-sumur atau tangki dalam jangka waktu yang cukup lama sampai tidak berbahaya, baru dibuang ke tempat yang jauh dan pemukiman, misal pulau karang, yang tidak berpenghuni atau ke dasar lautan yang sangat dalam.7.
8. Penggunaan pupuk dan pestisida tidak digunakan secara sembarangan namun sesuaidengan aturan dan tidak sampai berlebthan.8.
9. Mengurangi penggunaan pupuk sintetik dan berbagai bahan kimia untuk pemberantasanhama seperti pestisida.9.
10. Usahakan membuang dan memakai detergen berupa senyawa organik yang dapat dimusnahkan/diuraikan oleh mikroorganisme. 10.
Mengurangi penggunaan bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (nonbiodegradable). Misalnya mengganti plastik sebagai bahan kemasan pembungkus dengan bahan yang ramah lmgkungan seperti dengan daun pisang atau daun jati.

Langkah Penanggulangan
Apabila pencemaran telah terjadi, maka perlu dilakukan penanggulangan terhadap pencemaran tersebut. Tindakan penanggulangan pada prinsipnya mengurangi bahan pencemar tanah atau mengolah bahan pencemar atau mendaur ulang menjadi bahan yang bermanfaat. Tanah dapat berfungsi sebagaimana mestinya, tanah subur adalah tanah yang dapat ditanami dan terdapat mikroorganisme yang bermanfaat serta tidak punahnya hewan tanah. Langkah tindakan penanggulangan yang dapat dilakukan antara lain : Salah satu penyebab pencemaran tanah yaitu hujan asam yang menyebabkan pH tanah menjadi tidak sesuai lagi untuk tanaman, maka yang perlu dilakukan adalah tanah perlu ditarnbahdengan kapur agar pH asam berkurang. elam langkah penanggulangan di atas, di bawah mi adalah metode-metode penanggulangan pencemaran tanah:
Remidiasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersthan di lokasi. Pembersihan mi lebih murah dan lebih mudah, terdiri dan pembersthan, venting (injeksi), dan
bioremediasi.Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa kedaerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersibkan dan zat pencemar.  Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dan bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan
menggunakanmikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau ticlak beracun (karbon dioksida dan air).Dengan melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran lingkungan hidup (pencemaran udara, pencemanan air dan pencemaran tanah) berarti kita melakukan pengawasan, pengendalian, pemulihan, pelestarian dan
pengembangan terhadap pemanfaatan lingkungan

 

 

21 comments on “Tugas

    • Kalau yang aku baca pemanasan global adalah suatu keadaan dimana suhu di permukaan bumi menjadi lebih panas dibanding suhu normal.
      Akibatnya dapat menyebabkan berbagai perubahan iklim di berbagai belahan di dunia, terancamnya berbagai wilayah di dunia dengan kekeringan, tenggelamnya berbagai wilayah dan lain-lain.

      • Dapat, kan dimakalah bisa dibaca hehe
        Sampah yang dibakar akan menghasilkan gas karbondioksida (CO2), gas ini dapat menyebabkan pemanasan global

      • Coba buka situs ini :
        http://belajar.kemdiknas.go.id/modules/gallery/player/animasi_player.php?id=318&jns=2

        animasi mengenai proses terjadinya Pemanasan Global

        Pemanasan global terjadi karena meningkatnya produksi CO2 dan CFC penyebab meningkatnya gas-gas efek rumah kaca. Bumi diselubungi oleh gas rumah kaca sehingga seolah-olah bumi diselubungi oleh gas rumah kaca . Panas matahari yang mencapai permukaan bumi dipantulkan ke luar angkasa. Akan tetapi karena adanya selubung (gas rumah kaca) menyebabkan panas matahri terperangkap sehingga suhu bumi meningkat.

      • mungkin bisa dicegah dengan hemat penggunaan listrik, tidak terlalu tergantung pada penggunaan Air Condition (AC); hemat penggunaan kertas, hemat penggunaan air, hemat bahan bakar, gunakan kendaraan sesuai kebutuhan, misalnya jika hanya bepergian sendiri lebih baik gunakan sepeda motor daripada mobil; mengelola sampah/limbah yang baik, pisahkan sampah organik dan non organik, sampah organik misalnya : kulit buah, sisa sayur, sisa pangkasan tanaman, daun-daun kering dan lainnya dapat dibuat kompos; hindari membakar sampah; bila berbelanja bawalah tas belanjaan sendiri, sehingga menghindari penggunaan tas plastik.

    • Pencemaran udara dapat disebabkan oleh asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah trus bahan-bahan kimia seperti Karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (N02), Sulfur Dioksida (S02), CFC, Karbon dioksida (CO2), Ozon (03 ), Benda Partikulat (PM), Timah (Pb), HydroCarbon (HC)

    • lakukan sesuatu untuk menjaga lingkungan, meskipun itu hal yang dianggap sepele seperti tidak membuang sampah sembarangan
      ok ok🙂 latihan ya…

  1. sampah plastik banyak ditemukan dimana-mana dan dapat mnyebabkan tersumbatnya selokan sehingga dapat menyebabkan banjir

    • memang mulai memerlukan tindakan tegas dari pemerintah/segera menetapkan peraturan dalam hal penggunaan plastik atau kantong kresek dan juga mulai diberlakukannya penggunaan kantong ramah lingkungan disetiap pusat perbelanjaan, karena blm semua tempat menggunakan kantong ramah lingkungan

  2. yu mulai dari diri sendiri aja untuk mengurangi penggunaan plastik/kantong kresek….sekecil apapun perbuatan kita akan berpengaruh pada lingkungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s